Tulisanane

Ikatlah Ilmu Dengan Tulisan

Profesi Dalam TSI dan Kode Etik Formal Profesi Application Developer dalam Teknologi Sistem Informasi — 8 Juni 2015

Profesi Dalam TSI dan Kode Etik Formal Profesi Application Developer dalam Teknologi Sistem Informasi

[ File # csp5973199, License # 1115534 ] Licensed through http://www.canstockphoto.com in accordance with the End User License Agreement (http://www.canstockphoto.com/legal.php) (c) Can Stock Photo Inc. / Kirill

Profesionalisme adalah komitmen para profesional terhadap profesinya. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kebanggaan dirinya sebagai tenaga profesional, usaha terus-menerus untuk mengembangkan kemampuan profesional, dst.

Ada 4 ciri‐ciri profesionalisme:

  1. Memiliki keterampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
  2. Memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
  3. Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
  4. Memiliki sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.

kode etik (Code of conduct) profesi adalah:

  1. Standar‐standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya.
  2. Standar‐standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema‐dilema etika dalam pekerjaan.
  3. Standar‐standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi‐fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan‐kelakuan yang jahat dari anggota‐anggota tertentu.
  4. Standar‐standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral‐moral dari komunitas, dengan demikian standar‐standar etika menjamin bahwa paraanggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya.
  5. Standar‐standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi.
  6. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang‐undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya.

Deskripsi Pekerjaan Application developer

Application developer menerjemahkan kebutuhan software ke dalam kode pemrograman singkat dan kuat. Kebanyakan akan mengkhususkan pada lingkungan development tertentu seperti computer games atau e-commerce, dan akan memiliki pengetahuan yang dalam pada beberapa bahasa komputer yang bersangkut-paut. Peranannya meliputi menulis spesifikasi dan merancang, membangun, menguji, mengimplementasikan dan terkadang yang membantu aplikasi seperti bahasa komputer dan development tool.

Application developer bekerja dalam range yang luas pada sektor bisnis seperti sektor publik, biasanya menjadi bagian dari tim dengan IT professional lainnya seperti system/busineess analyst dan technical author. Mereka bekerja pada produk umum yang dapat dibeli atau untuk client individual menyediakan bespoke solutions.

Aktivitas Kerja Application developer

Fungsi dasar dari application developer adalah untuk mempergunakan pengetahuan teknik pemrograman dan sistem komputer untuk membuat program komputer untuk melakukan bermacam-macam pekerjaan sesuai dengan persetujuan dengan client.

Aktivitas yang dilakukan oleh application developer meliputi:

  • Membuat spesifikasi program secara detail melalui diskusi dengan client
  • Menjelaskan secara tepat apa tindakan (aksi) program yang diinginkan
  • Menguraikan spesifikasi program ke dalam elemen-elemen sederhana dan menerjemahkan logikanya ke dalam bahasa pemrograman
  • Memikirkan solusi yang mungkin untuk menprediksi masalah, mengevaluasi pilihan lain
  • Bekerja sebagai bagian dari tim, dimana mengadakan proyek khusus, untuk membuat bagian tertentu dari program
  • Mengkombinasikan semua elemen dari rancangan program dan mengujinya
  • Menguji sample data-set untuk memeriksa keluaran dari program sesuai dengan yang diinginkan
  • Bereaksi terhadap masalah dan memperbaiki program seseuai kebutuhan
  • Memasang program dan mengadakan pengujian akhir
  • Mempelajari computer printout selama berlangsungnya pengujian
  • Mengevaluasi keefektifan program
  • Meningkatkan efisiensi operasi program dan menyesuaikan kebutuhan baru seperlunya
  • Mengadakan user acceptance testing untuk memastikan program mudah digunakan, cepat, dan akurat
  • Membuat ulang langkah yang diambil oleh user untuk menemukan sumber masalah
  • Membuat dokumentasi secara detail atas operasi dari program oleh user dan operator komputer
  • Mengkonsultasikan manual, laporan periodik dan teknis untuk mempelajari cara baru untuk men-develop program dan memelihara yang sudah ada

Kemampuan Application developer

  • Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
  • Kemampuan teknis yang kuat dalam pemrograman, perancangan, metodologi system development dan pengujian,
  • khususnya pada industri game
  • Kemampuan komunikasi yang baik
  • Kemampuan dalam manajemen proyek
  • Kemampuan problem-solving
  • Perhatian pada detail
  • Keuletan dan kesabaran
  • Kemampuan teamwork
  • Pemahaman proses bisnis dan batasannya
Sumber :
Kasus Dokter Ira, Hakim Harus Belajar dari Kasus Prita — 16 April 2015

Kasus Dokter Ira, Hakim Harus Belajar dari Kasus Prita

ketokri130318b

Kasus mirip perkara Prita Mulyasari kembali terulang. Dokter Ira Simatupang kini tengah berjuang terhindar dari pidana lantaran surat elektroniknya yang berisi curhatan mengenai tindakan cabul atasannya beredar.

Anggota Komisi Hukum DPR, Desmon Junaedi, meminta agar penegak hukum yang menangani perkara ini bersikap hati-hati. Polisi dan hakim seharusnya belajar dari kasus Prita Mulyasari yang akhirnya dinyatakan tak terbukti melakukan pencemaran nama baik.

“Ini lah yang harus kita rumuskan dengan perkembangan teknologi yang saat ini menjadi konsumsi publik. Nah konsumsi publik itu masuk dalam pencemaran nama baik atau tidak, dalam kasus Prita seharusnya kita banyak belajar,” kata Desmon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/3/2013).

“Hakim pun dalam pelaksana hukum harus belajar apakah putusan ini sudah adil atau tidak, nah dalam putusan ini harusnya kita juga berhati-hati apakah kicauan itu benar atau fitnah,” tambah politisi Partai Gerindra itu.

Menurut Desmon, jika curhatan dr Ira mengenai perilaku atasannya benar, maka hal tersebut merupakan tindakan kriminal. “Saya pikir diadukan atau tidak diadukan polisi harus memproses ini. Agar fakta sebenarnya bisa terungkap,” imbuhnya.

Menurutnya, lanjut Desmon, pokok persoalannya dari kasus tersebut apakah curhatannya soal pelecehan seksual yang dilakukan atasannya tersebut benar terjadi atau tidak. “Jadi polisi dan hakim harus hati-hati memutus perkara ini. Kalau upaya kasasi ke MA saya dukung. Tapi kalau terjadi pelecehan maka tidak layak si dokter ini dihukum. Tapi kalau tidak benar maka ini bisa dikatakan fitnah,” tuturnya.

kasus ini dilaporkan kepada kepolisian dengan dugaan melanggar tiga pasal, yakni Pasal 45 ayat 1 Junto Pasal 27 ayat 3 UU 11/2008 Tentang ITE, melanggar Pasal 310 ayat 2 KUHP tentang penghinaan, dan Pasal 311 ayat 1 KUHP tentang pencemaran nama baik secara tertulis.

Seperti diketahui, pada 17 Juli 2013, Pengadilan Negeri Tangerang menghukum dr Ira 5 bulan penjara dengan masa percobaan 10 bulan. Dia dinyatakan terbukti melakukan pencemaran nama baik atasannya.

Hukuman itu diperkuat Pengadilan Tinggi Banten pada 29 November 2012. Majelis Hakim Tinggi menambah hukuman dr Ira menjadi 8 bulan penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Atas dasar itu, dr Ira melalui tim pengacara dari OC Kaligis mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung pada 17 Januari 2013. “Kami tidak terima dengan putusan pengadilan tinggi yang kami nilai tidak melihat latar belakang kasus tersebut,” kata pengacara dr Ira, Slamet Yuwono.

Sumber : here