1035526780x390

 

Saat hamil, calon ibu perlu lebih hati-hati lagi dalam memilih apa pun yang dikonsumsi, tak terkecuali obat-obatan. Terlebih obat-obatan yang dijual bebas, seperti obat flu dan batuk karena berpotensi membahayakan pertumbuhan janin.

“Tidak ada obat flu dan batuk yang aman bagi ibu hamil, apalagi obat yang dijual bebas,” tegas dr Gita Pratama, SpOG, pakar kandungan dari Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo Kencana dalam sebuah diskusi kesehatan, Jumat (11/10/2013) kemarin di Jakarta.

Menurut Tomi, sapaannya, ibu hamil sebaiknya tidak meminum obat flu dan batuk. Sebaliknya, saat terserang flu dan batuk ibu hamil perlu banyak istirahat, minum air putih, dan vitamin yang memperkuat daya tahan tubuh.

Namun jika gejala flu sudah cukup berat dan memerlukan obat, lanjut dia, ibu hamil perlu memeriksakan diri ke dokter, bukannya membeli obat bebas. Dari sana, dokter dapat menentukan obat-obatan yang risikonya paling kecil bagi ibu hamil.

“Obat yang dipilihkan biasanya parasetamol untuk demam. Obat lainnya seperti antihistamin pun pasti dipilihkan yang paling aman, begitu juga antibiotik jika perlu,” jelasnya.

Untuk upaya preventif, lanjut Tomi, ibu hamil juga perlu memperbaiki asupan nutrisi. Makan makanan dengan kandungan gizi lengkap dapat meningkatkan imunitas sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Selain itu, ibu hamil juga perlu berolahraga rutin yang melancarkan sistem peredaran tubuh dan menunjang kesehatan ibu sekaligus janin. Tomi mengatakan, olahraga intensitas ringan, tidak banyak entakan, lompatan, dan gerakan lemparan adalah yang paling tepat dilakukan saat kehamilan.

Sumber : Kompas

Analisis

Obat, benda atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala, atau mengubah proses kimia dalam tubuh. tetapi, tidak selamanya obat baik untuk tubuh, misalnya kita liat dari artikel diatas bahwasannya obat flu dan batuk berbahaya untuk ibu hamil. memang tidak sembarangan orang boleh minum obat, khususnya ibu hamil. ibu hamil harus sangat menjaga nutrisi yang dia masukan kedalam tubuhnya, tidak boleh sembarangan, apalagi obat yang kita ketahui mengandung berbagai zat zat kimia yang mungkin saja berbahaya untuk janin si calon ibu tersebut.