Diluncurkannya GeForce GTX TITAN bulan Februari lalu telah mengembalikan NVIDIA sebagai pemegang tahta single graphics card tercepat di dunia, gelar yang sebelumnya dipegang AMD. Kehadirannya dengan harga yang tinggi membuatnya tidak terlalu populer di kalangan konsumen awam maupun hardcore gamer. Oleh karena itu, beberapa waktu setelahnya, tepatnya bulan Mei, NVIDIA kembali menghadirkan graphics card terbarunya, GeForce 700 Series.

Menggunakan arsitektur Kepler, kedua graphics card tersebut sama-sama menggunakan chip GK110 dengan proses fabrikasi 28 nm. Beberapa hal yang membedakan kedua graphics processor tersebut di antaranya, jumlah CUDA core dan besarnya memori yang digunakan. Dalam hal feature CUDA core, NVIDIA mengonfigurasikan 2688 CUDA core (224 texture mapping unit dan 48 render output unit) untuk GTX TITAN, sedangkan GTX 780 “hanya” dibekali 2304 CUDA core (192 texture mapping unit dan 48 render output unit). Sementara dalam hal memori, GTX TITAN mendapatkan “hak” istimewa. Graphics card ini dilengkapi dengan memori sebesar 6 GB, tidak seperti GTX 780 yang hanya mendapatkan “jatah” 3 GB.

Dengan GTX 780 sebagai produk pertamanya, NVIDIA kembali menghadirkan high-performance graphics card de­ngan harga yang lebih terjangkau bila dibandingkan dengan GTX ­TITAN (selisih US$350 ketika diluncurkan). Hal ini tentunya menarik bagi pengguna yang anggaran belanjanya tidak bisa menjangkau GTX TITAN.

Monster bernama GTX 780

Beberapa pengurangan, seperti memori, texture mapping unit, shading unit (CUDA core), dan SMX unit tidak membuat performa GTX 780 boleh diremehkan. Pasalnya, pengurangan beberapa komponen tersebut tidak membuat performa GTX 780 berbeda jauh dengan GTX TITAN. Dengan selisih harga yang mencapai US$350, performa GTX 780 tidak terlalu jauh dari “kakaknya”. Hal inilah yang membuat GeForce GTX 780 lebih menarik di mata CHIP. Selain itu, gamer penggemar multi display dapat menggunakan empat monitor sekaligus dengan hanya menggunakan sebuah graphics card GTX 780.

Inilah GPU Reactor yang melesatkan performa MSI N780 Lightning. GPU Reactor juga meningkatkan stabilitas overclocking.

Beberapa hal yang membuat GeForce GTX 780 lebih menarik dibandingkan GTX TITAN adalah konsumsi daya yang lebih kecil, suhu yang lebih rendah, dan peningkatan performa melalui overclocking yang cukup baik. Dalam kesempatan ini, CHIP menguji delapan graphics card GeForce GTX 780 yang beredar di tanah air. Pe-ngujian ini menggunakan beberapa software benchmark, seperti 3DMark dan beberapa game sebagai real world test-nya.

MSI N780 Lightning dilengkapi dengan tujuh SuperPipe berdiameter 8 mm.

Pengujian kali ini diikuti oleh ASUS DirectCU II OC (GTX780-DC2OC-3GD5), Digital Alliance GeForce GTX 780 Jetstream, Gainward GTX 780 Phantom, GIGABYTE GV-N780OC-3GD, Manli GT 780 Ultimate, MSI N780 TF 3GD5/OC, MSI N780 LIGHTNING, dan Zotac GTX 780.

Dari kedelapan produk yang hadir dalam pengujian, hampir seluruhnya menggunakan base clock yang lebih tinggi dibandingkan yang telah ditentukan NVIDIA (863 MHz). Salah satu graphics card, Manli GTX 780 Ultimate, bahkan menggunakan base clock di atas 1000 MHz. Spesifikasi tersebut memberikan gambaran potensi overclocking yang dimiliki sebuah GTX 780.

Selain Manli GTX 780 Ultimate, MSI GTX 780 Lightning juga hadir dengan beberapa feature pendukung over­clocking yang cukup mewah, seperti GPU Reactor yang berfungsi untuk meningkatkan kestabilan ketika overclocking dan menyediakan tenaga hingga 300%, Twin BIOS yang memiliki mode gaming dan extreme overclocking, 19 power phase (16 untuk GPU dan 3 untuk memori), serta V-check point yang berfungsi untuk pe-ngukuran tegangan dengan multimeter.

 

GAINWARD GeForce GTX 780 Phantom


Graphics card ini datang dengan embel-embel “GLH”. “GLH” sendiri merupakan singkatan dari “Goes Like Hell”. Artinya, GPU clock dan memory clock yang dimiliki graphics card ini tidak hanya sekedar ter-overclock. Lebih dari itu, GAINWARD GeForce GTX 780 Phantom “GLH” juga memberikan konfigurasi overclock yang cukup ekstrem.

Graphics card ini tampil dengan konfigurasi GPU clock dan memory clock cukup tinggi, yaitu GPU clock sebesar 980 MHz de-ngan boost clock hingga 1033 MHz dan 6200 MHz untuk memory clock. Dengan begitu, performa yang dihasilkan pun jauh lebih kencang ketimbang versi reference.

Berbeda dengan peserta tes perbandingan lainnya, pendingin “Phantom” yang diusungnya cukup unik. Pasalnya, kipas pada graphics card ini terletak di bagian dalam, sedangkan heatsink-nya justru berada di luar. Ketiga kipas yang disertakan pun menggunakan desain modular. Dengan begitu, Anda dapat mencopot kipas yang terdapat di bagian dalam. Cara mencopotnya pun sangat mudah karena tidak membutuhkan alat khusus. Pada sisi belakang graphics card, terdapat pelat besi yang cukup tebal. Pelat besi itu berfungsi untuk mencegah board bengkok ketika dipasang.

 

Digital Alliance GTX 780 JETSTREAM
Berbeda dengan graphics card MSI N780 LIGHTNING yang menggunakan dua kipas 9 cm dan satu kipas 7,5 cm, graphics card ini justru meletakan satu kipas 9 cm di antara dua buah kipas berdiameter 8 cm.

Sekilas, Digital Alliance GTX 780 JETSTREAM menggunakan sebuah heatsink yang panjang. Namun, jika dilihat secara seksama, heatsink tersebut terpisah menjadi dua bagian. Heatsink sebelah kiri berfungsi untuk mengusir panas dari GPU. Sedangkan heatsink sebelah kanan berguna untuk mendistribusikan panas dari heatsink sebelah kiri. Heatsink sebelah kanan memiliki dimensi yang lebih kecil. Untuk mengalirkan panas antar heatsink, terdapat tiga buah heatpipe berdiameter 5 mm.

Selain dua buah heatsink, graphics card ini juga dilengkapi dengan pelat aluminium yang cukup tebal. Pelat ini menutupi seluruh sisi atas board untuk mengalirkan panas yang dihasilkan berbagai komponen. Pelat aluminium ini juga berfungsi sebagai penyangga dari tiga buah kipas yang terpasang di atasnya. De-ngan begitu, Anda tidak perlu membongkar seluruh heatsink saat ingin membersihkan kipas. Dengan sistem knockdown, cukup gunakan obeng pipih untuk membuka pengaitnya.

Embel-embel “JETSTREAM” menandakan graphics card ini memiliki GPU clock sebesar 902 MHz dan memory clock 1502 MHz. Meski masih menggunakan memory clock standar NVIDIA, namun GPU clock-nya sudah ter-overclock. Dari sisi performa, Digital Alliance GTX 780 JETSTREAM bersaing ketat dengan ASUS GTX 780 DirectCUII OC.

 

MSI N780 LIGHTNING

LIGHTNING series merupakan seri tertinggi dalam jajaran graphics card buatan MSI. Berbeda dengan seri Twin Frozr, LIGHTNING dirancang khusus untuk para extreme overclocker. Dari bentuk fisiknya saja, MSI N780 LIGHTNING terlihat lebih bongsor dibandingkan peserta lainnya. Di dalam bodinya yang bongsor terdapat heatsink yang dilengkapi dengan tujuh buah heatpipe. Sebelum menyentuh GPU, ketujuh heatpipe ini ditopang dengan sebuah core contact yang cukup tebal.

Seperti seri LIGHTNING generasi sebelumnya, tepat di sisi belakang GPU terdapat sebuah komponen tambahan yang bernama GPU Reactor. GPU Reactor ini dapat menambah kestabilan dan kemampuan overclocking GPU. Di sisi atas terdapat switch yang dapat digunakan untuk mengganti BIOS yang aktif. Sedangkan di sisi samping terdapat tiga buah V-Check Points. Masing-masing V-Check Points tersebut mewakili GPU, Memory, dan PLL. Dengan adanya V-Check Points, Anda dapat mengukur voltase dengan mudah menggunakan multi-meter.

MSI juga tidak lupa menyertakan software ekslusif untuk graphics card ini. Software tersebut berfungsi untuk mengontrol kecepatan tiga kipas yang dimilikinya. Selain itu, Anda juga dapat memantau temperatur GPU dan PWM melalui software ini.

Untuk Anda yang ingin menggunakan pendingin nitrogen cair (LN2), MSI N780 LIGHTNING juga menyertakan MOS Sink pada paket penjualannya. Mos Sink ini merupakan pelat aluminium untuk menutupi bagian PWM pada saat menggunakan LN2. Untuk suplai daya, graphics card ini menggunakan 2 x 8 pin power. Jumlah pin power tersebut lebih banyak dibandingkan dengan peserta lainnya yang hanya menggunakan 8+6 pin power.

 


Satu chipset banyak rupa

Sebagai salah satu produsen GPU terbesar, NVIDIA pun menetapkan model reference graphics card untuk GPU terbarunya sebagai stadar rujukan desain heatsink, jenis, dan jumlah kipas, ukuran board, I/O port, dan material lainnya. Namun desain standar yang sudah ditetapkan NVIDIA tersebut mengalami berbagai improvisasi saat berada di tangan produsen graphics card.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan performa, menambah stabilitas overclocking graphics card, meningkatkan daya tahan, hingga menyempurnakan sistem pendingin sehingga panas yang dihasilkan GPU dapat ditekan seminim mungkin.
Graphics card GeForce GTX 780 sendiri sudah mengalami perubahan yang cukup banyak dari model reference. Perubahan yang sangat mencolok adalah jumlah dan diameter kipas yang digunakan. Beberapa produsen graphics card ada yang menyertakan tiga buah kipas, namun ada juga yang hanya membekali dua kipas.

Hanya menyertakan dua kipas bukan berarti tidak memiliki sistem pendingin yang baik. Pasalnya, diameter dari kedua kipas tersebut dibuat lebih lebar dibandingkan dengan graphics card yang memiliki tiga buah kipas. Dimensi board-nya pun berbeda-beda. Oleh karena itu, tidak semua graphics card dapat ditampung casing mid-tower meski menggunakan chipset yang sama.


 

GIGABYTE GV-N780OC-3GD
Seperti seri pendahulunya, GIGABYTE menghadirkan graphics card terbarunya dengan sistem pendingin kepercayaannya, WINDFORCE 3X 450W. Dengan pendinginan yang tidak memakan tempat (hanya 2 slot), dimensi graphics card ini termasuk ringkas (28 cm).

Dari segi perlengkapan, GIGABYTE melengkapi produknya dengan OC GURU II. Dengan software tersebut, Anda dapat memantau kondisi graphics card, mengatur kecepatan GPU, memori, kipas, tegangan GPU, tegangan memori dan meng-update BIOS graphics card-nya.

Kecepatan GPU dan memori yang digunakan graphics card ini tergolong standar. Pasalnya, kecepatan 954 MHz (base clock), 1006 MHz (boost clock) dan 6008 MHz (memori) yang digunakan masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan produk lainnya. Selain itu, akibat logo WINDFORCE yang mencuat ke atas, graphics card ini terlihat cukup lebar.

 

Manli GTX 780 Ultimate
Kehadiran produk ini cukup menyita perhatian. Pasalnya, kemasan yang digunakan tergolong kecil, hanya sebesar kotak sepatu. Namun, jangan tertipu dengan bungkusnya karena Manli GTX 780 Ultimate cukup bongsor.
Hadir dengan desain non-reference dan menggunakan pendingin yang terdiri dari tiga buah kipas, Manli GTX 780 Ultimate dijamin menyita tempat di dalam casing.Pasalnya, panjang graphics card ini mencapai 30 cm, dengan panjang PCB 27 cm. Namun, dalam hal ketebalan, graphics card ini tidak terlalu tebal. Hal ini karena seluruh heatpipe yang digunakannya tersembunyi di balik kipasnya.
Selain desain, Manli menggunakan base dan boost clock yang lebih tinggi dari standar, yaitu 1006 MHz (base) dan 1046 MHz (boost). Untuk kecepatan memorinya, Manli menjalankannya di angka 6208 MHz.
ASUS GTX 780 DirectCU II OC
Pendingin DirectCU II yang digunakan graphics card ini terbilang mirip dengan seri-seri keluaran ASUS terdahulu. Namun, CHIP mendapati satu perbedaan yang cukup jelas, yaitu baling-baling yang digunakan di salah satu kipasnya.
Dengan sudut sirip yang lebih melengkung dan terdapat baling-baling sentrifugal di tengahnya, kipas terbaru dari ASUS ini diberi nama CoolTech Fan. Dalam salah satu video demo yang terdapat di website-nya, kipas ini terbilang efektif untuk memindahkan udara dalam jumlah yang lebih banyak tanpa penambahan kecepatan. Artinya, kipas tidak perlu berputar lebih kencang untuk mendapatkan volume udara yang sama dengan kipas konvensional yang berjalan dengan kencang.
Dalam hal dimensi, graphics card ini terbilang bongsor, terlebih dengan beberapa heatpipe yang mencuat ke samping. Hal tersebut cukup merepotkan pengguna yang akan menggunakan graphics card ini dalam mode SLI. Selain itu, graphics card ini relatif tidak terlalu panjang (29 cm).
MSI N780 TF 3GD5/OC
Selain mengutus MSI N780 LIGHTNING, MSI N780 TF 3GD5/OC pun turut hadir dalam tes perbandingan kali ini. Berbeda dengan saudaranya, MSI N780 TF 3GD5/OC tampil lebih minimalis. Dimensi board yang digunakannya pun lebih kecil. Selain itu, jumlah kipasnya juga lebih sedikit. Jika MSI N780 LIGHTNING menggunakan dua buah kipas 9 cm dan satu buah kipas 7,5 cm, MSI N780 TF 3GD5/OC hanya menggunakan dua buah kipas berdiameter 10 cm.
Seperti seri sebelumnya, heatsink Twin Frozr IV yang terpasang pada graphics card ini dilengkapi dengan satu buah SuperPipe. Dengan diameter yang lebih lebar, SuperPipe dapat me-ngalirkan panas lebih cepat.
ZOTAC GeForce GTX 780
Berbeda dengan peserta lainnya, ZOTAC GeForce GTX 780 tampil dengan model reference. Sekilas, pendingin reference yang digunakan graphics card GTX TITAN dan GTX 780 tidak berbeda. Hanya saja, pada sisi depan tertulis “GTX 780” untuk pendingin GTX 780.
Dengan GPU clock sebesar 863 MHz dan memory clock 1502 MHz, graphics card ini menjadi satu-satunya peserta tes perbandingan yang masih menggunakan konfigurasi clock sesuai de-ngan standar NVIDIA. Berbekal clock standar, wajar jika performa graphics card ini dilampaui oleh graphics card lainnya. Meski begitu, ZOTAC GeForce GTX 780 menyertakan voucher game Splinter Cell Double Agent, Conviction, dan Blacklist.

Sumber : Chip

Analisis

Dari kedelapan produk yang ikut serta dalam tes perbandingan kali ini, hampir seluruhnya dijalankan di kecepatan tidak standar. Beberapa bahkan menyentuh angka 1 GHz (GPU clock), baik base maupun boost clock-nya. Beberapa waktu sebelum artikel ini dibuat, NVIDIA turut meluncurkan sebuah beta driver, yaitu ForceWare 331.40 Beta. Driver tersebut diklaim mampu memberikan peningkatan performa. Satu hal yang cukup menarik adalah kemenangan MSI dalam tes kali ini. Dua buah award yang disediakan, CHIP TIP CHOICE dan CHIP BEST PERFORMER, berhasil dibawa pulang GTX 780 Lightning. Dengan begitu, hanya tersisa sebuah award saja, yaitu CHIP TIP VALUE, yang berhasil dibawa pulang oleh Digital Alliance melalui produknya GTX 780 JetStream.