Banyak game yang sudah saya mainkan, beberapa yang saya sukai memang lebih pada game yang bergenre seperti hack and slash, namuan beberapa bulan yang lalu seorang teman memamerkan sebuah game yang sebenarnya sudah saya kenal, yaitu game DotA (Defence of the Ancient) yang saat itu dia mainkan lewat game Warcraft seri Frozen Throne. Pertama kali tak ada yang menarik buat saya mainkan karena tampilan yang begitu sederhana menurut saya dan game play sangat aneh untuk dimainkan karena pengaruh game yang sebelumnya sering saya mainkan.

Namun pada saat searching di internet tentang game tak disengaja menemukan gameDotA 2 dan ketika itu saya langsung melihat reviewnya, setelah game terdownload saya mencoba memainkan namun masih banyak kendala karena permaina yang cukup asing.Tak lama kemudian game ini sudah menjadi candu, karena setiap kali bermain dengan hero yang sama pun akan memunculkan kesan yang berbeda, hingga saat ini game DotA 2 masih menjadi game favorit saya.

Sedikit saya informasikan tentang game ini, DotA 2 merupakan sekuel dari Map stand alone yang dimaikan lewat game Warcraft III: Reign of Chaos dan Warcraft III: Frozen Throne, DotA 2 diproduksi oleh vendor game tarnama VALVe yang sebelumnya tenar denga game-game seperti Counter Srtike, pembuatan game ini melibatkan pembuat map DotA yang tak asing di mata

yaitu IceFrog. Game ini adalah termasuk kedalam genre Game Strategi dimana dalam suatu battle akan ada 5 player yang setiap player menggunakan satu hero, terdapat tigalane yaitu top lane, midle lane, dan bottom lane, biasanya top lane dan bottom laneada 2 player sedangkan middle lane satu orang yang lebih terkenal dengan solo player.

Image 1. Lane DotA 2

Versi beta DotA 2 diumumkan tahun 2011 dan hanya beberapa orang saja yang dapat menikmati game ini karena vendor hanya mengundang bebrapa orang saja yang telah mendaftar dan mengisi beberapa pertanyaan mengenai DotA versi Warcraft,  akhirnya sampai versi final pada tahun 2012 dan dengan peambahan beberapa hero seperti Skywrath Mage, Abadon dll.

Grafis

Dari sisi grafis memang game DotA 2 ini tidak bisa dibilang grafisnya jelek, dari sisi karakter dan potrait alamnya benar-benar menyuguhkan hal yang fantastis, tak kalah dari game yang sekarang ini sedang tenar, bila dibandingkan dengan yang versi DotAsebelumnya memnag terjadi banyak perombakan yang cukup signifikan, potrait alam terlihat alami dengan tekstur tanah serta pepohonan yang terasa nyaman dipandang, hal paling menarik untuk saya nikamati adalah ambient creature-nya yang ikut meramaikan penampilan bila dibandingkan dengan DotA seri Warcraft game besutan Blizzard. Disisi ini memang menurut saya tak ada yang perlu dipermasalahkan, bila kita menilik dari versi stand alone-nya maka kita dapat menyimpulkan versi DotA 2 dari VALVe ini memang salah satu kemajuan.

Image 2. All View

Heroes

Masih ada beberapa catatan penting yang harus diperhatikan VALVe, karena masih ada beberapa hero game Warcraft belum masuk dalam list hero DotA 2, diantara hero-hero yang belum ada mungkin banyak dari penggemar yang ingin cepat memainkanya, seperti hero primadona banyak player yaitu Terorblade misalnya. Beberapa situs yang saya kunjungi untuk mencari tahu perkembangan pembuatan hero menginformasikan telah dibuatnya Art Concept yang mungkin bisa jadi tanda bahwa sebentar lagi hero tersebut akan cepat dimasukkan kedalam daftar hero DotA 2. Beberapa orang menyayangkan pembuatan karakter yang mereka rasa kurang menarik, misalnya storm spirit dan Earth Sicker, namun banyak juga yang menyanjung peningkatan yangVALVe lakukan untuk pembuatan karakter-karakter hero yang ada.

Image 3. DotA 2 Heroes

Game play

Keluhan pertama ketika bermain dota adalah susahnya meningkatkan kemampuan karakter serta building karakter hero yang masih belum diketahui, memang bermain dota itu kalo saya analogikan seperti pacaran, harus pendekatan dan mencari pasangan yang pas serta cocok untuk karakter pacar yang kita inginkan. Paling mencolok dibingungka ketika newbie bermain adalah item apa saja yang harus kita beli dari goldyang kita dapatkan dari farming creep, namun di DotA 2 jika kita tahu bahwa ada kotak saran item apa saja yang harus dibawa ketika awal game, midle  game (core item) dan late game, saya rasa hal tersebut mempermudah player untuk mempunyai panduan building karakter hero.

Bila DotA versi Warcraft saat pembelian item dirumitkan oleh banyaknya store di base, mungkin anda tak akan kebingunan lagi seperti itu di DotA 2, kita dapat dengan mudah membeli dan membuat item apa saja dengan mudah walaupun itu item yang harus menggunakan recipe skalipun, juga dengan mudahnya kita menggunakan curierbersama, tanpa harus share terlebih dahulu.

Jika anda mempunyai koneksi yang lambat jangan harap bermain game ini dengan gembira, mungkin kita hanya bisa bermain dengan Bot, yang jika kita practice dengan Bot maka hero yang akan jadi teman dan lawan pun juga akan tetap yang itu-itu melulu walaupun bermain dengan sistem random. Hal tersebut dikarenakan tidak disediakanya fasilitas untuk bermain dengan menggunakan Lan yang biasanya sudah kita kenal jika pernah bermain DotA di Warcraft. Banyak penggemar DotA sangat menyayangkan hal ini, banyak yang berangggapan buruk bahwa game DotA 2 memang sengaja dipopulerkan sebagai game online saja.

Sumber : Chip

Analisis

Dapat disimpulkan bahwa game DotA 2 yang sekarang ada adalah game pembaharu dari versi map stand alone Warcraft, secara grafis yang lebih memuakau dan halus serta perbaikan lainya, namun juga masih disayangkan banyak hal yang menjadi keunggulan di Warcraft belum disematkan ke dalam DotA 2 seperti kemudahan bermain dengan teman menggunakan LAN dan juga  permainan dengan komputer (AI) yang masih monoton tanpa bisa merasakan battle dengan hero yang lain.